Entri Populer

Minggu, 15 November 2015

Perbedaan Menyatukan Kita



Hallo !
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya bersama kelompok saya mengajar sekolah minggu di gereja Alfa Omega dan mengunjungi panti asuhan Christoperus.
Karena ini pengalaman pertama kali saya dan kelompok saya , maka hari-hari sebelumnya kami sudah mempersiapkan apa-apa saja yang harus kami lakukan disana.
Bersama anak-anak sekolah minggu


        Pada  tanggal 4 Oktober 2015 saya dan kelompok saya  dibantu oleh dua orang dari kelompok lain mengajar sekolah minggu di gereja Alfa Omega. Pada pukul 05.30 kami berkumpul disalah satu rumah teman kami ,lalu sebelum kami menuju ke gereja kami sempat mengambil balon di daerah simpang lima . Kira-kira pukul 06.00 kami tiba di gereja Alfa Omega dan kami langsung diarahkan oleh kakak-kakak pembimbing disana untuk langsung bergabung dengan murid-murid sekolah minggu. Murid-murid disana berbagai usia mulai dari usiabTK sampai remaja. Pada saat pertama kali kami sampai di kelas,anak- anak kelas minggu sedang menyanyikan lagu pujian-pujian yang diiringi oleh band gereja. Setelah itu,kakak-kakak pembimbing sekolah minggu mengarahkan anak-anak untuk menuju ke kelas masing-masing sesuai dengan tingkatannya. Pada saat itu,kelompok kami mendapat kesempatan untuk bergabung di kelas anak-anak usia SD. Pada awalnya anak-anak belajar tentang firman-firman Tuhan dan setelah itu kami lanjutkan dengan bermain games.  Setelah puas bermain games,kami mengajak anak-anak untuk menuliskan cita-cita mereka dan menempelkannya ke balon yang sudah kami siapkan. Semua anak-anak dalam kelas tersebut ikut berpartisipasi dan terlihat sangat antusias dalam kegiatan yang kami buat. Setelah semua anak-anak menuliskan cita-cita mereka dan menempelkannya ke balon,kami mengajak mereka menuju halaman gereja untuk menerbangkan balonnya bersama-sama . Hal ini kami lakukan dengan harapan semoga cita-cita mereka dilihat dan dikabulkan Tuhan.


Bersama anak-anak panti asuhan CHRISTOPERUS



Tidak berhenti disitu,pada hari yang sama sekitar pukul 16.30 kelompok kami mengunjungi salah satu panti asuhan di daerah Jatingaleh, Semarang yaitu panti asuhan “CHRISTOPERUS” . pertama kali kami sampai disana kami langsung mendapat sambutan hangat dari anak-anak panti dan pengurus panti. Kegiatan kami disana tidak jauh beda dengan kegiatan kami saat digereja. Kami bermain games bersama,berbincang-bincang dengan mereka,melihat-lihat lingkungan panti dan tidak hanya itu anak-anak panti sempat mengajari kami menari dan menyanyi. Setelah puas dengan itu semua,sama seperti di gereja,kami mengajak mereka untuk menuliskan cita-cita mereka lalu menempelkannya ke balon dan setelah itu kami terbangkan bersama-sama. Setelah menerbangkan balon,kami beniat untuk berpamitan pulang namun anak-anak panti meminta kami untuk menemani mereka bermain musik dan bernyanyi lagi,karena berat untuk menolak ajakan mereka akhirnya kami menuruti permintaan mereka.barulah pukul 20.00 kami berpamitan pulang.
Saya dan teman-teman saya adalah seorang Muslim, jadi pengalaman tersebut benar-benar pengalaman pertama kali saya dan teman-teman saya .  jujur, kami tidak mengira bahwa kami akan mendapatkan respon yang luar biasa baiknya dari mereka. Bukan hanya kami yang mengajari mereka tetapi kami pun banyak belajar dari mereka . Pada awal kami melakukan hal ini adalah karena tugas yang diberikan oleh dosen kami. Namun setelah benar-benar terlibat dalam kegiatan tersebut kami jadi mengerti bahwa berbagi sesuatu tidak bergantung pada agama yang kita anut. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang kita untuk berbuat baik dan berbagi sesuatu. Perbedaan inilah yang justru seharusnya meyatukan kita . karena dari perbedaan kita bisa belajar tentang hal-hal baru yang belum kita ketahui .
Tuhan menciptakan perbedaan dengan tujuan agar kita bisa saling belajar , mengasihi dan menghargai antar sesama. Jangan pernah salahkan agama tetapi  salah kan oknum  yang masih berpikiran sempit yang menganggap perbedaan itu buruk.  
Jadilah umat beragama yang cerdas. Pandanglah perbedaan sebagai pemersatu,bukan pemecah antar sesama.
‘’TUHANKU,TUHANMU,TUHAN KITA’’


           

Jumat, 06 November 2015

APAKAH TUHAN ITU ADA ?

Dalam blog saya kali ini, saya akan berbagi cerita tentang kisah seorang pemuda yang mempertanyakan keberadaan Tuhan. Mungkin sebagian dari teman-teman pernah membaca cerita ini tapi bagi yang belum pernah membaca ceritanya tidak usah khawatir kalian bisa membaca nya di blog saya ini.
berikut ceritanya :
 
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.

Allah itu ada jika kau mencari-Nya..
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda :: (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...?? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??

Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan Anda.

Pemuda :: (Tetap dengan nada sombong) Anda yakin....?? Sedang profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!

Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan ?

1. Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?

2. Apakah yang dinamakan TAKDIR ?

3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata ::

Pemuda :: Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??

Ustadz :: Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!

Pemuda :: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit...!!

Ustadz :: Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!

Pemuda :: Ya... Percaya...!!

Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu...??!!

Pemuda :: Saya tidak bisa...!!

Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!

Pemuda :: Tidak...!!

Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!

Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Terbuat dari apa pipi Anda...??!!

Pemuda :: Kulit...!!

Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!

Pemuda :: Sakit...!!

Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.
          Kesimpulan yang bisa kita ambil dari cerita tersebut adalah kita sebagai umat beragama harus yakin bahwa Tuhan itu ada.
keberadaan Tuhan tidak dapat dibuktikan atau disangkal. Kitab suci bahkan mengatakan bahwa kita harus menerima keberadaan Tuhan dengan iman.Tidak berarti bahwa tidak ada bukti keberadaan Tuhan.
Jika Tuhan menghendaki, Dia bisa muncul begitu saja dan membuktikan pada seluruh dunia bahwa Dia ada. 
Jauh di dalam diri kita ada suatu pengenalan bahwa ada sesuatu yang melampaui hidup dan dunia ini. Kita mungkin saja memakai logika menolak pengakuan ini, namun kehadiran Tuhan di dalam diri kita dan melalui diri kita akan terus menerus ada.



“TUHAN ITU ADA, DAN PADA AKHIRNYA SETIAP ORANG TAU BAHWA TUHAN ADA.”